memang kenapa dengan perempuan?
gue pikir dunia ini berkembang karena banyak manusia yang saling berkolaborasi buat menghasilkan pemikiran pemikiran yang luar biasa, yang buat gue terkagum kagum, tapi ternyata dunia gak sesederhana itu, dunia gak semenarik kayak buku buku filsuf yang gue baca, tapi dunia juga gak sesulit apa yang sering ada di otak gue di jam jam overthinking
dunia juga mengajarkan gue tentang penerimaan dan penolakan terhadap sesuatu, manusia bisa di tolak karena sebuah pemikiran, atau pun manusia bisa di terima hanya karena sebuah idealisme yang mereka punya, yang masih belum buat gue belajar dan sadari ketika semua terlihat menolak, dan gue gak bisa melihat sudut yang menerima, yang akhirnya itu membentuk gue untuk berfikir bahwa dunia segelap itu dengan kacamata gue, dunia terasa gelap untuk seorang perempuan, seperti gue
yang sekarang seolah olah jadi sebuah teori yang menghasilkan pemikiran pemikiran baru, pemikiran yang individualis, banyak hal yang pengen gue kasih tau, tentang isi dari kepala gue, tentang gimana seorang jadi mandiri dan bebas tanpa dalil dalil kehidupan yang membuat elo, atau pun gue merasa semua harus teratur dan terstruktur
maksud dari kebebasan yang gue jabarin adalah bebas dalam memilih dan berfikir, bebas untuk melawan dan bertindak, mau apapun elo, perempuan atau laki-laki, kaum muda atau kaum tua, orang kaya atau orang miskin, dan itu yang semakin gak gue temuin atau belum?
semua nya semakin sempit, apa lagi dengan title gue, 'seorang perempuan'
memang ada apa dengan perempuan?
perempuan hanya bisa ini, hanya bisa itu, perempuan gak harus jadi ini, gak harus jadi itu,
pokoknya perempuan harus menerima kondrat nya sebagaimana ia di lahirkan, kalo kamu di lahirkan sebagai perempuan ya harus selayaknya seorang perempuan, menikah, punya anak, dan menjadi ibu rumah tangga
gue pengen jadi seorang perempuan yang gak melawan kodrat nya, sopan santun, beradab, serta bermartabat, tapi gue juga pengen menjadi seorang perempuan yang berpendidikan yang dapat disetara dengan manusia lain nya terutama laki-laki, gue gak mau menjadi perempuan yang cuma di jadikan budak dari kebodohan dunia
dari sebuah jendela pendidikan membuat seorang manusia bebas untuk berfikir dan memilih, dan itu juga semestinya berlaku untuk perempuan
gue yakin, orang gak akan pernah peduli tentang pemikiran pemikiran yang harus nya bisa bersatu untuk merubah suatu keadaan, gue juga yakin harapan gue untuk menjadikan ilmu sebagai sebuah pelajaran bagaimana manusia bisa bebas berfikir dan memilih, akan terus di abaikan oleh orang orang, tapi gue gak peduli, ini sesuatu yang akan tetap gue tuangkan ke dalam tulisan gue, perempuan harus mendapatkan hak yang sama, seperti yang kartini perjuangkan
dari semuanya, gue gak berharap siapapun yang baca setuju
ini hanya buah pemikiran dari gue, clorentia, sebagai seorang perempuan.
Komentar
Posting Komentar